Minggu, 09 Maret 2014

Latihan Reflek Berkemih Lansia

Quarter 06

Assalamualaikum Wr Wb

Selamat pagi pembaca Mumets_Blogs sekalian, pada postingan kali ini Admin akan membahas tenang Tindakan Keperawatan untuk Lansia yaitu :
  1. Metode Latihan Kegel
  2. Metode Bladder Retaining
  3. Teknik Merangsang Reflek Berkemih
Dikarenakan materi yang Admin share ini lumayan singkat padat dan jelas, jadi tidak ada Link Downloadnya..Jadi Selamat Membaca ya...

METODE LATIHAN KEGEL
(Kozier, 1995 dalam Nursalam, 2006)

  1. Berdiri atau duduk dengan kaki terbuka.
  2. Kontraksikan atau mengejankan rektum, uretra, dan vagina, lalu tahan dengan hitungan 3-5 detik.
  3. Lakukan setiap kontraksi 10 kali dengan frekuensi 5 kali sehari.
  4. Anjurkan lansia untuk mencoba memulai dengan membuang air seni dan menghentikan laju urin pada perengahan.



METODE BLADDER RETRAINING
(Kozier, 1995 dalam Nursalam, 2006)

  1. Anjurkan lansia unuk buang air seni pada waktu sesuai dengan jadwal meskipun ada sensasi ingin miksi atau tidak ada karena ini akan membantu meningkatkan tonus otot kandung kemih dan kontrol volunter.
  2. Jika lansia mampu untuk mengontrol miksinya, interval jadwal miksi bisa diperpanjang.
  3. Berikan minum sebanyak 150-200 ml sekitar 1,5 jam sebelum miksi dan 2 jam menjelang tidur.
  4. Hindarkan minuman yang mengandung stimulan seperti teh, kopi, dan minuman beralkohol.
  5. Berikan dorongan positif dengan memodifikasi perilaku dan libatkan keluarga dalam perawatan lansia.



TEKNIK MERANGSANG REFLEKS BERKEMIH
(Carpenito, 2000 dalam Nursalam, 2006)

  1. Anjurkan lansia mengambil posisi setengah duduk.
  2. Mengetuk secara langsung kandung kemih 7-8 kali setiap 5 detik dengan menggunakan satu tangan.
  3. Pindahkan rangsangan di atas kandung kemih untuk menentukan sisi yang paling berhasil.
  4. Lanjutkan ranagsangan di atas kandung kemih untuk menentukan sisi yang paling berhasil.
  5. Lanjutkan rangsangan sampai mulai aliran yang baik.
  6. Tunggu kira-kira 1 menit, ulangi rangsangan sampai kandung kemih kosong. Bila dilakukan rangsangan satu atau dua kali tetap tidak ada respons, maka tidak ada lagi urine yang akan dikeluarkan.

Kushariyadi.2010.Asuhan Keperawatan pada Klien Lanjut Usia.Salemba Medika : Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar